PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 GLAGAH BANYUWANGI

  • Endang Minarni SMA Negeri 1 Glagah Banyuwangi
  • Makmuri Makmuri IKIP PGRI Jember
  • Asri Widiatsih IKIP PGRI Jember
Keywords: Layanan Penguasaan Konten, Motivasi dan Prestasi, Bahasa Indonesia

Abstract

Pendidikan adalah perilaku sadar yang berasal dalam diri seseorang yang akan dilakukan pada orang lain antara orang dewasa kepada anak, usia prenatal hingga dewasa untuk mengarahkan cita-cita yang diharapkan. Motivasi merupakan semangat dari dalam diri baik secara fisik dan psikis sangat mendukung dan berpengaruh sekali dalam mencapai kemampuan tersebut. Seseorang akan mempunyai semangat tinggi dan kuat maka akan melakukan semua kegiatan atau aktifitas yang sungguh-sungguh untuk menguasai potensi yang dimiliki, sehingga akan sangat konten dan awet secara berkesinambungan. Tujuan dari penguasaan secara khusus adalah meningkatkan fungsi-fungsi dalam konseling sesuai dengan kepentingan anak maupun orang dewasa untuk menjalani proses pembelajaran maupun latihannya dalam kehidupan sehari-hari. Role playing yang biasa dikenali dengan bermain peran dan watak sehingga memuculkan ekspresi-ekspresi untuk mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi. Role playing (bermain peran) adalah suatu strategi yang digunakan dalam permainan watak seseorang dalam bermain drama, sikap dan karakternya bisa digunakan untuk berperilaku sebagai tokoh yang dimainkan, sehingga siswa yang kurang mampu berkomunikasi bisa melakukan kegiatan tersebut dengan bahasa gerak tanpa harus memaknai bahasa lisan, namun melalui potensi tersebut bisa berkomunikasi dengan baik, aktif, dan kreatif  sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki. Alasan digunakan layanan penguasaan konten yaitu: (1) meningkatkan potensi yang dimiliki siswa dalam bentuk komunikasi melalui, mimik, gerak, dan tingkah laku, karena bahasa juga bisa dipahami melalui isyarat-isyarat tertentu yang bermakna; (2) meningkatkan keberanian melalui gerakan yang dimiliki untuk memainkan tokoh, sehingga bermakna bagi penonton; (3) meningkatkan keterampilan dalam menyusun naskah yang ingin ditampilkan dalam cerita yang akan ditampilkan

Published
2019-04-16
Section
Articles