Analisis Keefektifan Pembelajaran Matematika Online

  • Qurrota A’yun Universitas Muhammadiyah Jember, Indonesia
  • Dimas Anditha Cahyo Sujiwo IKIP PGRI Jember, Indonesia
Keywords: Efektivitas, Pembelajaran Online, Pembelajaran Matematika

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika online,  kelebihan dan kekurangan pembelajaran matematika online di MTs. Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggambarkan secara rinci baik kondisi maupu proses pelaksanaannya, serta mengaitkan hubungannya terkait berupa temuan pada kegiatan pelaksanaan penelitian. Digunakannya penelitian kualitatif ini untuk memahami segala tindakan-tindakan pada subjek dan objek yang diteliti melalui teknik-teknik penelitian kualitatif seperti wawancara secara mendalam dan respon siswa terhadap pembelajaran matematika online. Pembelajaran matematika online di MTs. Nurul Jadid dikatakan cukup efektif dengan hasil penelitian sebagai berikut. 1) Kegiatan pembelajaran online di MTs. Nurul Jadid  berupa pemberian materi, pemberian tugas dan pengumpulan tugas. Tentu dengan adanya dampak perubahan belajar mengajar ini menjadi kerugian besar bagi guru karena dalam belajar menggajarnya menjadi kurang maksimal. Namun dalam hal kegiatan pembelajaran online siswa aktif terlibat dalam proses belajar. Hal ini juga terjadi pada siswa yang sebelumnya tidak aktif pada saat kegiatan belajar secara tatap muka, namun pada pembelajaran online ini aktif. 2) Persentase respon siswa terhadap pembelajaran online mencapai 68,23%. Nilai ini berada pada kategori kuat artinya siswa sangat senang dan antusias dengan pembelajaran online yang dilaksanakan di MTs. Nurul Jadid. 3) Berdasarkan kelebihan pembelajaran online, siswa yang pendiam atau pemalu lebih percaya diri. hal ini dapat disebabkan karena siswa lebih berani karena berhadapan dengan guru dan teman-temannya melalui media handphone. Ketergantungan siswa pada guru berkurang, siswa juga dapat menemukan informasi dari berbagai sumber internet. Sementara berdasarkan kekurangannya, sinyal menjadi kendalan sebagian besar siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Enriquez, M. A. S. 2014. Students ’ Perceptions on the Effectiveness of the Use of Edmodo as a Supplementary Tool for Learning. DLSU Research Congress. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004 .

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Iftakhar, S. 2016. GOOGLE CLASSROOM: WHAT WORKS AND HOW? Journal of Education and Social Sciences.

Kumar, V., & Nanda, P. 2018. Social Media in Higher Education. International Journal of Information and Communication Technology Education. https://doi.org/10.4018/ijicte.2019010107 .

Mandagi, M. O., & Degeng, I. N. S. 2019. Model dan Rancangan Pembelajaran. CV. Seribu Bintang.

Moleong, L. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sicat, A. S. 2015. Enhancing College Students’ Proficiency in Business Writing Via Schoology. International Journal of Education and Research.

Slavin, R E. 2009. Cooperative Learning. Bandung : Nusa Media.

So, S. 2016. Mobile instant messaging support for teaching and learning in higher education. Internet and Higher Education. https://doi.org/10.1016Zj.iheduc.2016.06.001 .

Sutopo. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS.
Published
2021-05-03
Section
Articles