Upaya Pencegahan Stunting dengan Optimalisasi Peran Posyandu Melalui Program Kemitraan Masyarakat

  • Ika Norcahyanti Universitas Jember
  • Antonius N. W. Pratama Universitas Jember
  • Dwi Koko Pratoko Universitas Jember
Keywords: stunting, makanan tambahan kaya zat besi, urban farming, kotak panjat

Abstract

Permasalahan gizi yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus di Indonesia adalah stunting. Kasus stunting juga ditemukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Meskipun penanganan stunting membutuhkan waktu yang panjang, intervensi gizi-sensitif dan gizi-spesifik perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi warga di Posyandu Aster 138A Jember berkaitan dengan upaya pencegahan stunting melalui kegiatan penyuluhan dan budidaya tanaman hidroponik, penyediaan sarana bermain ramah anak serta pelatihan pembuatan makanan tambahan. Kegiatan yang dilakukan selama kurun waktu Juli-September 2019 telah memberikan dampak dan hasil positif berupa peningkatan pengetahuan dan pengalaman dari para kader dan juga anggota Posyandu Aster 138A tentang urban farming melalui budidaya tanaman hidroponik serta pembuatan makanan tambahan dalam bentuk kukis dan nugget yang kaya akan zat besi. Selain itu, pada kegiatan pendirian sarana bermain anak yang dapat merangsang aktivitas motorik juga disambut baik oleh anak-anak yang berada di lingkungan Posyandu Aster 138A. Sebagai kesimpulan, program-program yang mendukung intervensi gizi-sensitif dan gizi spesifik dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sasaran. Program seperti ini diharapkan dapat dilakukan berkelanjutan untuk membantu mencegah stunting di Indonesia.

References

Allen, L., De Benoist, B., Dary, O., & Hurrell, R. 2006. Guidelines on food fortification with micronutrients. Geneva: World Health Organization. Retrieved from http://www.who.int/nutrition/publications/guidefoodfortification_micronutrients.pdf
Hossain, M., Choudhury, N., Adib Binte Abdullah, K., Mondal, P., Jackson, A. A., Walson, J., & Ahmed, T. 2017. Evidence-based approaches to childhood stunting in low and middle income countries: a systematic review. Archives of Disease in Childhood, 102(10), 903–909. https://doi.org/10.1136/archdischild-2016-311050
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.
Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Putri, O. Q., Arimbi, D. Q., & Fauzi, H. D. 2016. Study on Stunting Prevention Program in Indonesia: A Literature Review. ASEAN/Asian Academic Society International Conference Proceeding Series, 0(0). Retrieved from http://aasic.org/proc/aasic/article/view/140
Specker, B., & Binkley, T. 2003. Randomized trial of physical activity and calcium supplementation on bone mineral content in 3 to 5 year old children. Journal of Bone and Mineral Research, 18(5), 885–892. https://doi.org/10.1359/jbmr.2003.18.5.885
Trihono, Atmarita, Tjandrarini, D.H., Irawati, A., Utami, N.H., Tejayanti, T., Nurlinawati, I. 2015. Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah, dan Solusinya. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
World Health Assembly. 2012. WHA Global Nutrition Target 2025: Stunting Policy Brief.
Published
2019-09-27
Section
Articles