Metode Menghafal Al-Qur’an Di Pesantren Tahfidhul Qur’an Nahdlatut Thalabah Kesilir Wuluhan Jember

  • Ika Romika Mawaddati IKIP PGRI Jember
Keywords: Metode, Menghafal Al-Qur’an, Pesantren

Abstract

Banyak penghafal al-Qur’an mudah menghafal namun sulit menjaga hafalannya. Itu sebabnya menghafal memerlukan metode, pembimbing  dan tempat khusus.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui metode menghafal  yang diterapkan santri dan bentuk evaluasi  yang dilaksanakan pesantren. Pendekatan penelitian menggunakan  kualitatif, jenis  deskriptif. Pengumpulan data dengan; Observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi.  Analisis data melalui beberapa tahap;  pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dengan teknik  member check, triangulasi sumber dan triangulasi  metode. Hasil penelitian  adalah metode menghafal yang diterapkan santri berbeda- beda sesuai dengan kemampuan dan program yang diikuti santri. Untuk menambah hafalan,  metode yang dipakai adalah kitabah, sema’an/tasmi’, yaqro’ dan tikrar. Metode menyetorkan hafalan adalah musyafahah. Evaluasi dilaksanakan dengan lisan, menggunakan metode sima’an dibagi tiga terminal; juz satu sampai sepuluh, juz satu sampai duapuluh dan juz satu sampai tiga puluh. Bermacam-macam metode yang diterapkan santri dalam menambah hafalan merupakan  implementasi pesantren dalam memegang prinsip perbedaan individual dalam pembelajaran. Diharapkan pesantren lebih sering mengadakan kegiatan motivasi untuk meningkatkan dan menjaga semangat santri dalam menghafal al-Qur’an.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-03-02
Section
Articles