DINAMIKA KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DUSUN WATU ULO DESA SUMBEREJO KECAMATAN AMBULU PASCA PENGGUNAAN MOTORISASI PERAHU SEBAGAI ALAT TANGKAP IKAN TAHUN 1980

  • Tia Pitriyani IKIP PGRI Jember
  • Akhmad Dzukaul Fuad IKIP PGRI Jember
  • Rina Rochmawati IKIP PGRI Jember
Keywords: Motorisasi perahu, nelayan Dusun Watu Ulo

Abstract

Laut merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat nelayan untuk menunjang perekonomian, justru tidak dapat memberikan kepastian pendapatan. Terdapat permasalah yang signifikan antaranya; Faktor internal meliputi rendahnya pendidikan masyarakat pesisir dan faktor eksternal yaitu sarana dan prasarana perikanan yang masih tradisional. Keterbelakangan ekonomi dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya Desa Sumberejo menarik perhatian pemerintah. Sehingga pemerinta mencanangkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah malakukan pengembangan modernisasi alat tangkap ikan dan motorisasi perahu (blue revolution) pada tahun 1970-an di wilayah pesisir Indonesia salah satunya wilayah pesisir provinsi Jawa Timur. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana dinamika kehidupan masyarakat nelayan Dusun Watu ‎Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember tahun 1980 pasca penggunaan ‎motorisasi perahu sebagai alat tangkap ikan?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis, adapun tahap-tahapnya yaitu; Heuristik (pengumpulan data), Kritik (uji validasi data), Intepretasi (penafsiran data) dan Historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa motorisasi perahu di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo tidak lepas dari kebijakan Blue Revolution. Selain Itu, juga di dukung faktor rasa ingin tahu dan berkembang dari nelayan tradisional supaya dapat mencapai kehidupan yang sejahterah. Penggunaan mesin tempel sebagai alat penggerak kapal memberika dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat sekitar. Selain pada sektor perekonomian, juga menjalar pada kehidupan sosial yaitu berubahnya solidaritas nelayan tradisional ke modern, seperti adanya hubungan patron-klien, berubahnya struktur sosial, pola kerja dan sistem bagi hasil.

Published
2020-01-07
Section
Articles