MENUMBUHKAN KECERDASAN EKOLOGIS SISWA MELALUI GREEN CONSUMER DALAM PEMBELAJARAN IPS

  • Moh. Imron Rosidi Universitas Bakti Indonesia
  • Ismaul Fitroh Universitas PGRI Banyuwangi
Keywords: kecerdasan ekologis, green consumer, pembelajaran IPS

Abstract

Kecerdasan ekologis tidak hanya memahami dan menghargai alam, tetapi juga menghargai kehidupan itu sendiri. Salah satu indikator kecerdasan ekologis adalah memilih dan membuat keputusan menggunkan barang dengan menjadi konsumen yang cerdas yang bisa kita sebut dengan green consumer. Banyaknya siswa yang belum memiliki kepedulian terhadap lingkungan menjadi masalah yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Salah satu solusinya dengan pembelajaran IPS yang harus diimbangi dengan sikap peduli terhadap lingkungan dan keterampilan hidup yang selaras dengan kelestarian alam. Tidak hanya itu dalam pembelajaran IPS guru harus menerapkan model pembelajaran aktif dan kontekstual yang dapat menumbuhkan kecerdasan ekologis siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah eksploitasi lingkungan harus segera diatasi dengan mensosialisasikan berperilaku ramah lingkungan yang berkaitan dengan kecerdasan ekologis. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program Inspektur Cilik yaitu program pengawasan yang dilakukan oleh sesama peserta didik untuk tidak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Inspektur Cilik dapat diimplementasikan dalam pembelajaran IPS dengan mengintegrasikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dikembangkan untuk meningkatkan kecerdasan ekologis dengan menganalisis masalah lingkungan yang berada di lingkungan sekitar siswa.

References

Ardiansyah, R. (2015). Peningkatan ecoliteracy peserta didik dalam sanitasi toilet sekolah melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran IPS (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII A SMPN 4 Situraja Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat). Bandung: Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.

Baudrillard, J. (2014). Masyarakat Konsumsi. Yogyakarta : Kreasi Wacana.

Creswell, J.W. (2013). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.Thausand Oaks: Sage.

Gardner, H. (2003). Multiple Intelligences: Kecerdasan Majemuk: Teori dalam Praktek. Batam: Interaksara.

Goleman, D. (2010). Ecological Intelligence. Kecerdasan Ekologis. Mengungkap Rahasia di Balik Produk-Produk yang Kita Beli. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hopkins, D. (2014). A Teacher’s Guide to Classroom Research, Fifth Edition. England: Open University Press, Mc Graw-Hill Education.

Https://www.banyuwangikab.go.id/berita-daerah/banyuwangi-bentuk-inspektur-cilik-di sekolah-sekolah.html, diakses pada 6 Mei 2019.

Keraf, A.S. (2010). Etika Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.

Keraf, A.S. (2014). Filsafat lingkungan Hidup: Alam Sebagai Sebuah Sistem Kehidupan. Yogyakarta : Kanisius.

Kincheloe, J. (2008). Knowledge and Critical Pedagogy (Explorations of Educational Purpose 1) An Introduction. Pringer Science. Business Media B.V Canada.

Kotler, P. and Keller, K.L. (2012). Marketing Management. Edition 14. England: Pearson Education.

Lee, M.J. (2006). Budaya Konsumen Terlahir Kembali. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Nazir, M. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Patton, M.Q. (2009). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pawanti, M.H. (2013). Masyarakat Konsumerisme Menurut Konsep Pemikiran Jean Baudrillard. Jakarta: FIB UI.

Sapriya. (2011). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Saputri, M.E. (2016). Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Online Produk Fashion Pada Zalora Indonesia. Jurnal Sosioteknologi. 15 (2).

Setyawan, A.A. (2010). Membangun Kecerdasan Konsumen Tentang Masalah Lingkungan. http://kompasiana.kompas.com (diakses 13 Mei 2019).

Soemarwoto, O. (2009). Atur Diri Sendiri:Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Supriatna, N. (2015). Confronting Consumerism as a New Imperialism: Students’ Narratives in the Indonesian History Learning. The Journal of Social Studies Education. 6 (1).

Supriatna, N. (2016). Ecopedagogy: Membangun Kecerdasan Ekologis dalam Pembelajaran IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Supriatna, N. (2018). Narasi Hostoris Masyarakat Konsumen Era Kapitalisme Global: Prosa dari Praha. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H.A.R, Paat, J.Ph. dan Paat, L. (2011). Pedagogik Kritis: Perkembangan, Subtansi, dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Ursula, M. (2018). Konsumen Ramah Lingkungan: Perilaku Konsumsi Hijau Civitas Academica Universitas Diponegoro. Semarang: Departemen Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

Wibowo, S. (2011). Karakteristik Konsumen Berwawasan Lingkungan dan Hubungannnya dengan Keputusan Membeli Produk Ramah Lingkungan. Jurnal Econosains. IX (2).

Yoga, S. (2016). Perilaku Ramah Lingkungan Peserta Didik SMA. Sosio Didaktika: Social Science Education Journal. 3 (2).
Published
2020-07-29
Section
Articles