REGENERASI SEBAGAI UPAYA MENGATASI PENURUNAN PENGRAJIN SENTRA BATIK DESA NGENTRONG KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK

  • Febty Andini Dwi Rosita Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
  • I Nyoman Ruja Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
  • Bayu Kurniawan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
Keywords: Regenerasi, Pengrajin Batik, Generasi Muda

Abstract

Batik diminati masyarakat karena proses pembuatan yang unik dan memerlukan keahlian. Saat ini jumlah pengrajin batik di Desa Ngentrong semakin berkurang. Regenerasi diperlukan untuk menumbuhkan generasi baru pengrajin batik. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Model interaktif Miles dan Huberman dipilih sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan: 1)Penyebab penurunan pengrajin batik yaitu minimnya minat pemuda; pengrajin sudah tua; pengrajin mendapat upah tidak tetap; dan masuknya industrialisasi. 2)Upaya regenerasi yaitu membimbing remaja dan Ibu PKK; memberikan kursus membatik; mengajak keluarga belajar membatik; dan pembimbingan berkala karyawan batik. Harapannya setelah adanya regenerasi mampu menumbuhkan pengrajin batik baru dan regenerasi berjalan lancar.

References

Alhusain, A. S. (2015). Kendala dan Upaya Pengembangan Industri Batik di Surakarta Menuju Standardisasi. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 6(2), 199–213.
Amalia, N. R., Monikasari, D. P., & Priyadi, D. A. (2020). Peningkatan Minat Masyarakat berbasis Industri Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Batik Tulis. Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV), 6(3), 26–33.
Andriya, R., & Susilawati, N. (2019). Pelatihan Membatik Wanita Desa Ampuan Lumpo. Culture & Society: Journal of Anthropological Research, 1(1), 1–7.
Anjarsari, F., & Soendari, T. (2020). Pengembangan Program Keterampilan Membatik bagi Siswa SMALB Tunarungu di SLB-BC Abdi Pratama Jakarta. Prosiding Seminar Nasional PGSD UST, 12–19.
Arsip Desa Ngentrong. (2009). Profil Desa/Kelurahan Tahun 2009. Trenggalek: Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.
Arsip Desa Ngentrong. (2019). Profil Desa/Kelurahan Tahun 2019. Trenggalek: Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.
Damayanti, M., & Latifah. (2015). Strategi Kota Pekalongan dalam Pengembangan Wisata Kreatif berbasis Industri Batik. Jurnal Pengembangan Kota, 3(2), 100–111.
Dita, D. N., & Siswanto, H. (2019). Peran Fasilitator melalui UMKM Sri Siji dalam Meningkatkan Produktivitas Batik di Desa Gejagan Nganjuk. Jurnal Pendidikan, 8(2), 1–12.
Fibriyani, Y. V., & Zulyanti, N. R. (2019). Pengrauh Dimensi Sosial, Sumber Daya Manusia dan Bahan Baku terhadap Pengrajin Industri Gerabah. 3(2), 350–356.
Firman, Masdupi, E., & Sebrina, N. (2019). PPPUD Sulaman Bayangan : Produk Unggulan Daerah di Nagari Barung-Barung Belantai, Kabupaten Pesisir Selatan. JP-Ipteks Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 68–74.
Fristia, V. F., & Navastara, A. M. (2014). Faktor Penyebab Belum Berkembangnya Industri Kecil Batik Desa Kenongo Kecamatan Tulangan-Sidoarjo. Jurnal Teknik Pomits, 3(2), 190–195.
Habiby, F. I., & Hariyanto, B. (2018). Profil Home Industry Batik di Desa Tanjung Bumi Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Swara Bhumi, 5(9).
Hakim, L. M. (2018). Batik sebagai Warisan Budaya Bangsa dan Nation Brand Indonesia. Nation State: Journal of International Studes NSJIS, 1(1), 61–90.
Hanny, N. A., & Suhartini, R. (2018). Motif Batik Trenggalek. Jurnal Tata Busana, 7(3), 24–32.
Hendrawan, B., Sutajaya, & Citrawathi. (2019). Mekanisme Kerja Borongan yang Monoton dan Repetitif Meningkatkan Keluhan Muskuloskeletal dan Kelelahan Penenun di Desa Gelgel Klungkung. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 6(1), 44–51.
Hidayat, M. H. (2021). Implikasi Upah terhadap Kinerja Pengrajin Batik Tulis Madura di Kelurahan Kowel Pamekasan. Masyrif: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen, 1(1), 88–104.
Hurriyati, E. A., & Mawarni, R. D. (2013). Kreativitas dan Ketahanan Emosional pada Siswa dengan Ekskul Membatik. Humaniora, 4(1), 37–48.
Irvan, M., Ilmi, A. M., Choliliyah, I., Nada, R. F., Isnaini, S. L., & Khorinah, S. A. (2020). Pembuatan Batik Shibori untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Graha Pengabdian, 2(3), 223–232.
Kusmantini, T., Rustamaji, H. C., & Jaya, D. (2015). Pendampingan UKM Batik dalam Rangka Mendorong Prospek Batik Tulis sebagai Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Bantul. Jurnal Riset Daerah, 24(3), 1–13.
Lusianti, L. P., & Rani, F. (2012). Model Diplomasi Indonesia terhadap UNESCO dalam Mematenkan Batik sebagai Warisan Budaya Indonesia Tahun 2009. Jurnal Transnasional, 3(2), 1–19.
Martuti, N. K. T., Hidayah, I., & Margunani. (2019). Pemanfaatan Indigo sebagai Pewarna Alami Ramah Lingkungan bagi Pengrajin Batik Zie. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 133–143.
Masiswo. (2013). Analisis Ikonografis Batik Motif Sidomukti Ukel Salem Kabupaten Brebes. Dinamika Kerajinan Dan Batik, 30(1), 31–44.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2012). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ningrum, R., & Nusantara, W. (2018). Pelaksanaan Pelatihan Membatik dalam Menumbuhkan Motivasi Berwirausaha bagi Masyarakat Binaan Dekranasda di LKP Pitutur Luhur Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Jurnal J+Plus Unesa, 7(2), 1–7.
Nur Farid, M. (2012). Peranan Muatan Lokal Materi Batik Tulis Lasem sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Lokal. KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture, 4(1), 90–121.
Nurcahyanti, D., Sachari, A., & Destiarmand, A. H. (2019). Metode Pendekatan pada Generasi Milenial untuk Keberlanjutan dan Ketahanan Batik Nasional. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik, 1(1), 1–16.
Nurcahyanti, D., Sachari, A., & Destiarmand, A. H. (2020). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Untuk Melestarikan Batik Tradisi di Girilayu ,. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 35(2), 145–153.
Nursaid, A., & Armawi, A. (2016). Peran Kelompok Batik Tulis Giriloyo dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 22(2), 217–236.
Oentoro, K., Amijaya, S. Y., & Seliari, T. (2019). Analisis Pengembangan Wirausaha Batik Tradisional di Sekitar Embung Langensari, Yogyakarta. Research Fair Unisri, 3(1), 69–75.
Pratiwi, I., Budianto, A., & Afandi, Z. (2018). Perkembangan Kerajinan Batik Tulis di Trenggalek. Jurnal SIMKI UNP Kediri, 4(1), 121–138.
Prihatini, D. (2013). Persepsi Pengrajin Batik tentang Penerapan Self-Help Groups dalam Rangka Penguatan Sentra Industri Batik. Jurnal Ekonomi Relasi, 17(2), 1–21.
Putri, E. H., & Herwandi. (2020). Perempuan Pelestari Batik Tanah Liek (Studi Kasus Kabupaten Dharmasraya). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 7(2), 14–30.
Rahmawati, R. (2018). Merawat Tradisi Melestarikan Batik Lukis Pengembangan SDM melalui Program Capacity Building Remaja di Sanggar Kalpika. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 2(2), 351–370.
Rahmawati, Soegiarto, D., RH, S., Murni, S., RW, T., & Dj, S. (2021). Inovasi dan Pengembangan Fashion Kombinasi Batik Bordir di Paderenan Kudus. Jurnal Abdimas Progresif Humanis Brainstorming, 4(1), 1–10.
Rochmah, A., & Hasibuan, R. (2020). Pengaruh Kegiatan Membatik Jumputan terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A di TK Labschool Unesa. Jurnal PAUD Teratai, 9(1), 1–8.
Rohmi, O. N., & Kusmarianto, C. (2018). Strategi Pengembangan Kelompok Pengrajin Batik Dewi Kunthi Desa Triharjo Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman. PARADIGMA: Jurnal Ilmu Administrasi, 7(2), 197–212.
Setyorini, C. T., & Susilowati, D. (2019). Pendampingan UMKM Batik dalam Mengoptimalkan Nilai Tambah UMKM melalui Pelatihan Pembuatan Motif Batik Khas Purbalingga. Darma Sabha Cendekia, 1(1), 54–61.
Sirais, E. S. H., & Adi, A. S. (2019). Peran Orang Tua dalam Menanamkan Sikap Nasionalisme pada Anak di Kampung Lawas Maspati Surabaya. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 07(2), 1068–1085.
Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2020). Pembelajaran dan Pelatihan Seni Karinding di Kabupaten Ciamis sebagai Upaya Pelestarian Budaya Leluhur Sunda. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 9(1), 59–64.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suliyanto, Novandari, W., & Setyawati, S. M. (2016). Efektifitas Pelatihan Partisipatori Industri Kreatif Batik Tulis. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 18(1), 139–146.
Susanti, S., & Nurtania, Y. (2017). Model Perilaku Komunikasi Komunitas Hong dalam Melestarikan Permainan dan Mainan Tradisional Sunda. Komuniti, 9(2), 126–145.
Susanto, W. E. (2018). Rancang Bangun Aplikasi E-Museum Batik sebagai Media Pembelajaran. Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE), 4(1), 39–44.
Suswanto, B., Windiasih, R., Sulaiman, A. I., & Weningsih, S. (2018). Peran Pendamping Desa dalam Model Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan. Jurnal Sosial Soedirman, 2(2), 40–60.
Tjahjani, I. K., Baharuddin, F., & Yuliawati, E. (2019). Strategi Mempertahankan Eksistensi Batik Tulis dan Peningkatan Daya Saing Pengrajin di Desa Sekardangan Sidoarjo. Jurnal Pengabdian Dan Penerapan IPTEK, 3(1), 51–60.
Widiastuti, E. (2019). Peningkatan Pengetahuan, Ketrampilan dan Kemampuan Sumber Daya Manusia sebagai Strategi Keberlangsungan Usaha pada UMKM Batik di Kabupaten Banyumas. Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntansi (JEBA), 21(1), 1–8.
Wiyanti, N., & Martiana, T. (2015). Hubungan Intensitas Penerangan
Published
2021-11-04
Section
Articles