MODEL PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS POTENSI CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN BANYUWANGI

  • Miskawi Miskawi Universitas PGRI Banyuwangi
  • Abdul Shomad Universitas PGRI Banyuwangi
  • Sri Suci Dewi Wulandari MTs Darun Najah Banyuwangi
Keywords: Pengembangan, Model, Pariwisata, Analisis SWOT

Abstract

Banyuwangi merupakan kabutapen yang terletak di ujung timur pulau jawa yang memiliki beragam daya tarik wisata baik wisata alam maupun budaya. Pengembangan pariwsata di Kabupaten banyuwangi belum maksimal mengingat sampai saat ini masih terfokus pada pengembangan wisata alam, sedangkan budaya masih belum dikembangkan. Padahal banyuwangi memiliki asset cagar budaya yang sangat melimpah yang tersebar diberbagai daerah yang tersebar dibeberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.  Penelitian ini bertujuan Untuk (1) mengetahui persebaran cagar budaya yang ada di Kabupaten Banyuwangi; Penelitian ini menggunakan bentuk dan strategi kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen. Data yang diperoleh divaliditas dengan menggunakan triannggulasi data, peneliti, teori, dan metodelogis. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi.

Hasil inventarisasi peninggalan potensi sumberdaya arkeologi di kabupaten banyuwangi dikategorikan terdiri dari benda, bangunan, struktur dan situs. Model pengembangan pariwisata budaya berbasis peninggalan cagar budaya di Kabupaten Banyuwangi adalah pariwisata terpadu dan berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan kawasan wisata dan museum. Pengembangan kawasan untuk benda cagar budaya yang berupa bangunan fisik yang masih terawat, sedangakan pengembangan museum untuk benda cagar budaya yang berupa artefak lepas. Strategi pemasaran yang digunakan adalah model pemasaran terpadu dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki yang meliputi Sumberdaya arkeologi, sumberdaya alam, dan sumberdaya manusia dengan menggunakan media promosi online dan offline.

References

Arida, Sukma Nyoman. 2009. Meretas Jalan Pariwisata Bali. Denpasar: Udayana University Press.
Astuti, Yuni. 2014. Pelestarian Cagar Budaya (Undang-undang nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya). Makalah tidak dipublikasikan. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Budiman, Arif. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Cornelissen, Scarlett. The Global Tourism System: Governance, Development And Lessons from South Africa (New Directions in Tourism Analysis). Africa: Ashgate Publishing, 2005.
Denzin, K. dan Lincoln. 2009. Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fandeli, Chafid dan Mukhlison, ed., 2000. Pengusahaan Ekowisata. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Gunn, C. A dengan Var, Turgut. Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases, 4th edition. New York: Routledge, 2002.
Inskeep, E., 1991, Tourism Planning, An Integrated and Sustainable Developmen Approach, Van Nontrand Reinnold. New York.
Ismawati, Esti. 2012. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Yogayakarta: Ombak
Kotler P. 2000. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, edisi Millenium. Hendra teguh, Ronny A. Rusli dan Benyamin Molan. Penerjemah. Jakarta: PT Prenhallindo. Terjemahan Dari Buku: Marketing Management.
Kuntjara, Esther. 2006. Penelitian Kebudayaan sebuah panduan praktis. Yogyakarta: Graha
Marpaung, Happy. 2002. Pengetahuan Pariwisata. Bandung: Alpabeta.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. 2014. Qualitative data analysis: a methods sourcebook. Third edition. USA: SAGE Publications, Inc.
Mill, R.C., dan Morrison, A.M. The Tourism System: An Introductory Text. New Jersey: Prentice Hall International, Inc., 1985.
Mustopo, M. Habib, dkk. 2003. Sejarah dan Budaya (dari masa kuno samapi kontemporer). Malang: UM Press.
Patton. 1980. Pengorganisasian Ke Dalam Suatu Pola. Yogyakarta: Graha Il
Pendit, Nyoman S. 1990. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar perdana. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Pitana, I. Gede dan Gayatri, Putu G. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi
Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Cagar Budaya.
Rangkuti, Freddy. 2011. SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sinthon L. Siahaan. 2008. Visit Indonesia Year 2008: Suatu Tinjauan Dari Perspektif Pemasaran Destinasi Pariwisata. Majalah Ilmiah Panorama Nusantara, edisi IV, Januari-Juni 2008. Tersedia dalam Stein.ac.id/e- journal/pn_4/PN_2.pdf.
Soekadijo, 2000. Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata sebagai “Systemic Linkage”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Soekadijo, R.G. 1996. Anatomi Pariwisata (Memahami Pariwisata Sebagai “Sistemic Linkage”). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Spillane, James J. 1994. Pariwisata Indonesia Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan. Yoyakarta: Kanisius.
Sutopo, H.B. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Wahad, Salah. 1992. Manajemen Kepariwisataan. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Wiraadnyana, Ketut. 2011. Pra Sejarah Sumatera Bagian Utara: Kontribusinya Pada Kebudayaan Kini. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Yoeti, A. OKA. 2005. Perencanaan Strategis Pemasaran Daerah Tujuan Wisata. Jakarta: Pradaya Paramita.
Yoeti, A. Oka. 2008. Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi, dan Implementasi. Jakarta: Kompas.
Yoeti, A.1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita
UU Nomor 11 Cagar Budaya
Published
2021-11-04
Section
Articles