Peningkatan Minat Belajar Di Masa Pandemi Melalui Video Based Learning Pada Siswa Tunarungu Kelas VI Di SDLB B Pada Masa Pandemi

  • Bibit Sofianah, M.Pd SLBN Pembina TK Nasional Malang
Keywords: Video pembelajaran tematik, siswa tunarungu, minat belajar

Abstract

Di tengah masa pandemi covid-19, pemerintah menganjurkan agar masyarakat tetap berada di rumah, agar masyarakat tidak tertular virus mematikan ini. Dampak pandemi berpengaruh pada semua sektor penting, tak luput di bidang pendidikan ikut terdampak. Bagi dunia persekolahan anjuran ini tentu sangat berdampak pada pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di kelas. Interaksi guru dan siswa di kelas sudah tidak aktif lagi. Sistem Pembelajaran Daring Luring diterapkan. Luring adalah sistem luar jaringan yang menghubungkan guru dan siswa atau orang tua siswa secara singkat. Teknis ini bisa dilakukan guru berkunjung ke rumah siswa untuk membimbing siswa belajar, mengantarkan dan mengambil hasil tugas, dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kurun waktu yang singkat. Dalam Pembelajaran luring  guru memberikan catatan, bahan ajar dan tugas, sehingga siswa merasa jenuh monoton, bosan, yang menimbulkan motivasi belajar siswa semkin menurun, di sisi lain juga karena dianjurkan untuk di rumah saja. Video pembelajaran Tematik yang memuat pelajaran IPA, PKn, dan SBdP. Ketercapain materi yang disampaikan guru dapat dilihat pada saat pembelajaran berlangsung. Melalui feed back siswa secara individu, penilaian pengetahuan dan ketrampilan di akhir pelajaran. Didukung pula dengan faktor  media yang sesuai dengan materi terutama bagi siswa tunarungu yang mengandalkan kemampuan berfikir, modalitas visual dan sisa pendengaran. Pola pendukung dengan melibatkan video based learning sebagai media pembelajaran Tematik, berdasarkan penyajian data observasi dan wawancara, memperoleh hasil yang diinginkan, yakni media video tematik dapat meningkatkan minat belajar siswa Tunarungu   siswa tidak merasa jenuh dan bosan pada situasi belajar tertentu. Sehingga siswa tunarungu mendapatkan pengalaman belajar yang baru terutama saat belajar di rumah di masa pandemi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif S. Sadiman, dkk. (2011). Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Ariani, N. & Haryanto, D. (2010) Pembelajaran Multimedia di Sekolah. Jakarta: PT. Prestasi Pusat.
Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Asyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Efendi, Mohammad. (2006) Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta : PT.Bumi Aksara.
Permadi, Somad, Tati Hernawati.(1996). Ortopedogogik Anak Tuna Rungu. Bandung : UPI
Sastrawinata, E, dkk. (1977). Pendidikan anak-anak tunarungu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, Bandung: Pustaka Setia.
Sukmadinata (2012) Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
Tjokro, Sutanto.(2009). Presentasi yang Mencekam. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Winarsih. (2007). Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu Dalam Pemerolehan Bahasa. Jakarta : Depdiknas.
Winkel, W.S. (2011). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Published
2021-07-30